Home / News / Gubernur Papua Menyerukan Tentara Untuk Mengakhiri Perburuan Pemberontak
Gubernur Papua Menyerukan Tentara Untuk Mengakhiri Perburuan Pemberontak
Tentara Indonesia membawa senapan saat mereka berjalan menuju helikopter untuk terbang ke distrik Nduga di Wamena, provinsi Papua, Indonesia. Foto: REUTERS

Gubernur Papua Menyerukan Tentara Untuk Mengakhiri Perburuan Pemberontak

Militarytodays.com – Gubernur provinsi Papua di Indonesia telah menyerukan diakhirinya perburuan pemberontak separatis yang menewaskan sedikitnya 16 pekerja bulan ini, dengan mengatakan penduduk desa sedang trauma dan harus diizinkan merayakan Natal dengan damai.

Militer menolak permintaan untuk menunda pencarian di provinsi terpencil yang berhutan lebat di bagian barat pulau New Guinea, dan mengatakan gubernur bisa menghadapi penuntutan jika dia keluar untuk mendukung pemberontak.

“Kami meminta Presiden Jokowi untuk segera menarik pasukan,” kata Gubernur Papua Lukas Enembe kepada wartawan, Kamis, merujuk kepada Presiden Joko Widodo dengan nama panggilannya.

“Kehadiran personel militer dan Polisi Nasional Indonesia di Nduga telah membuat trauma masyarakat … yang mengakibatkan mereka mencari perlindungan di hutan,” kata Enembe.

Anggota sayap militer Gerakan Papua Merdeka (OPM) mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan setidaknya 16 orang yang bekerja di jembatan pada proyek jalan yang terkenal, dan seorang prajurit, di daerah Nduga.

Setidaknya 300 warga desa dilaporkan minggu lalu telah melarikan diri ke hutan untuk melarikan diri dari serangan militer.

Papua telah dilanda konflik separatis sejak bekas koloni Belanda itu dimasukkan ke Indonesia setelah referendum yang didukung oleh U.N pada tahun 1969.

Enembe mengatakan, masyarakat seharusnya diizinkan untuk merayakan Natal dengan damai.

“Kami memberikan penghormatan kepada para korban di masa lalu dan saat ini, tetapi ini sudah cukup. Tidak boleh ada korban sipil lagi,” katanya.

Seorang juru bicara Widodo tidak dapat segera mengomentari masalah ini, tetapi militer menolak panggilan Enembe.

Juru bicara militer provinsi Muhammad Aidi mengatakan pasukan sedang mencari jenazah empat korban serangan di jembatan dan mereka tidak akan pergi.

“Jika gubernur, Lukas Enembe, berpose mendukung perjuangan Gerakan Papua Merdeka dan menolak kebijakan program strategis nasional, ia telah melanggar hukum negara dan harus dituntut,” kata Aidi.

Enembe tidak mengatakan tindakan apa yang menurutnya harus diambil terhadap mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu, tetapi mengatakan dalam serangan-serangan sebelumnya separatis telah melarikan diri dari daerah itu segera.

Parlemen provinsi akan menyelidiki insiden dengan Komisi Hak Asasi Manusia Nasional, katanya.

Para pemberontak telah menolak panggilan untuk menyerah dan menuntut referendum tentang masa depan daerah itu.

Widodo ingin mengembangkan Papua yang miskin dan memanfaatkan sumber dayanya dan berusaha meredakan ketegangan dan mengatasi masalah hak sambil meningkatkan investasi dengan proyek-proyek seperti jalan raya Trans Papua.

OPM mengatakan pihaknya memandang pekerja proyek sebagai anggota militer dan korban dalam perang mereka melawan pemerintah.

About Danny Firmansyah

Danny Firmansyah
Hello, My name is Danny Firmansyah, I'm a blogger and writer, especially for news website.

Tinggalkan Balasan