Home / News / Desain Proyek Jet Tempur Korea-Indonesia Akan Selesai Pada Pertengahan 2019
Desain Proyek Jet Tempur Korea-Indonesia Akan Selesai Pada Pertengahan 2019
Pesawat jet tempur KFX-IFX, Korea Selatan-Indonesia. Foto: Ilustrasi

Desain Proyek Jet Tempur Korea-Indonesia Akan Selesai Pada Pertengahan 2019

Militarynews.com – Desain Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) di bawah kerja sama Indonesia dan Korea Selatan akan selesai pada pertengahan 2019 dan saat ini proyek yang sedang dikerjakan telah mencapai 20 persen.

“Hingga saat ini proses pengembangan telah mencapai 20 persen. Ada tiga tahapan yang perlu kita lewati, yaitu pengembangan teknologi, EMD (pengembangan teknik dan manufaktur), dan pembuatan prototipe,” Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Marsekal Udara Gita Amperiawan mengatakan pada konferensi pers di sini pada hari Kamis, seperti yang dilaporkan oleh berita Antara.

Tahap tinjauan desain pendahuluan telah selesai untuk memastikan konfigurasi pesawat tempur KFX / IFX telah memenuhi persyaratan operasional Angkatan Udara Indonesia (TNI AU) dan Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF).

“Kami telah melewati fase pengembangan teknologi dan EMP. Rincian desain diharapkan selesai sekitar Juli atau Agustus 2019, dan kami akan mulai proses prototyping, pengujian dan sertifikasi.” Lebih lanjut dia mengatakan, setelah desain awal selesai, kedua negara akan mengembangkan prototipe pesawat tempur. Pesawat tempur ini diharapkan akan diproduksi secara massal pada 2026 setelah melewati tes dan sertifikasi penerbangan.

Gita menambahkan bahwa pemerintah Indonesia dan Korea Selatan mengakomodasi persyaratan umum bahwa pembuatan prototipe harus mengakomodasi kepentingan Angkatan Udara Indonesia. Akan ada 168 unit pesawat yang akan diproduksi. Korea Selatan akan menerima 120 pesawat sementara Indonesia akan mendapatkan 48 unit.

“Kami berkontribusi 20 persen (dari total biaya) di setiap fase sesuai perjanjian,” katanya.

Pesawat tempur KFX / IFX adalah generasi 4.5 dari pesawat multi-peran semi-siluman yang dikembangkan oleh Indonesia dan Korea Selatan. Pesawat tempur ini dirancang untuk menggantikan jet tempur ROFKA dan Angkatan Udara Indonesia.

Beberapa keuntungan dari pejuang KFX / IFX termasuk semi-stealth, dan memiliki peluncur misil semi konformal, avionik canggih dan pengisian bahan bakar udara.

Dalam nota kesepahaman yang ditandatangani oleh kedua negara, Indonesia mencakup 20 persen total biaya program pengembangan pesawat tempur, sementara Korea Selatan menanggung 80 persennya.

About Danny Firmansyah

Danny Firmansyah
Hello, My name is Danny Firmansyah, I'm a blogger and writer, especially for news website.

Tinggalkan Balasan